Skip to main content

Cinta

Here in Indonesia, people can easily say love, but not with cinta. We do say sayang easily. Mungkin bagi kami, love itu sayang. Gue pun berpendapat seperti itu. Tapi, cinta, cinta is more than love.

Dulu pas kuliah, gue pernah bermalam dengan 2 sahabat, berbincang mengenai arti cinta. Yang satu, secara ringan berpendapat kalau cinta pertama yaitu pacar pertama. Langsung dibantah sama temen gue satu lagi. Dia bilang, gak semudah itu. Lo bisa pacaran berkali-kali baru ketemu cinta pertama, baru tau rasanya cinta.

Minggu lalu gue juga bahas ini dengan bos dan rekan kerja. Sebagai background, bos gue udah usia 40-an akhir, lesbi, kenal dengan pasangannya dari SD dan udah lama berpasangan, mungkin 10 tahun ada. Rekan kerja gue, lebih tua 3 tahun dari gue, lagi bimbang dengan hubungannya yang sekarang. Gue dan rekan nanya ke bos, cinta itu yang seperti apa. Sesungguhnya gue juga lupa dia bilang apa. Tapi, dari pembicaraan tersebut, gue mulai memahami, apa itu cinta.

Dimulai dari rasa sayang, yaitu saat lo peduli sama seseorang, lo kepengen tu orang gak susah, gak sedih, pengen seneng-seneng terus sama dia, pengen spending more and more of time with him/her because you feel happy.

Bagi gue, bokap-nyokap yang udah menikah 30 tahun, sering berantem dan beberapa kali mengajukan cerai, tapi tetap bersama, itu bukan cinta. Alasan mereka untuk tetap bertahan hidup bersama demi anak, itu baru cinta. Bayangin, bokap kerja, pulang malem, demi uang biar anak-anaknya bisa hidup dengan baik. Bayangin, nyokap tiap hari cuci dan setrika baju, masak untuk makan pagi, siang, dan malam, demi anak-anaknya bisa hidup dengan enak. Itu baru cinta.

Banyak orang bilang kalau cinta dan akal/logika itu sangat tidak akur. Bagi gue, cinta adalah saat semuanya jadi masuk akal. Bisa jadi seperti apa yang gue rasakan sekarang...yang gue miliki sekarang...

Cinta itu, mungkin, saat lo punya peluang untuk maju lebih baik, namun sendiri. Tapi lo memilih untuk tetap di tempat yang sama, agar lo tetap bisa bersama kesayangan. Cinta itu saat dia bikin kesalahan, lo peduli, lo notice, lo aware, tapi gak lo permasalahkan.

Cinta itu perjuangan. Cinta itu mengalah.

Terima kasih untuk papa, mama, dan kesayangan ku sekarang, yang akhirnya, selama lebih dari 23 tahun gue hidup, gue baru bisa memahami cinta.

Terima kasih papa dan mama, atas cintanya.

Comments

Popular posts from this blog

Mereka

Hi. Been a while. Been a really long time. tadinya mau nulis aja, tapi akan sedikit panjang dan emosional. jadi, ketik aja disini. Again, this blog is live again. Malam ini aku mau cerita, mengenai, what did I do in the previous life that I deserve this family, especially my parent? They are perfect. Too perfect. Sometimes I just feel like I don't deserve them. Mama yang selalu sabar dan akhir-akhir ini suka kena omel Papa karena aku pulang malam terus. Papa yang selalu cemas dan menjaga dari belakang...damn! OK gue bukan dari keluarga yang suka mengekspresikan perasaan masing-masing. But we take care of each other, well, very well. Mama. Sabar. Tentunya sering berantem sama Papa, gak sepaham, gak sejalan, tapi Mama selalu bisa mengalah dan bersabar. Menjadi istri yang soleha. Mama selalu masak setiap hari, buat kami makan pagi, siang, malam. Sejak kita pindah rumah, dalam 5 bulan sudah ganti pembantu 3 kali. Dan akhirnya Mama berhenti cari pembantu. Dia kerja sendiri. ...

Yearning

"If you drink from the River Nile water once, one day you will come back to Egypt". Really. A saying from Egyptian told me that. I literally waiting for that time happens to me. Oh God I really really really want to live in Egypt. Cause I left my eyes in Alexandria, left my tongue in Shawerma, and left my heart in Egypt :P :D :)