Skip to main content

Apa Kata Orang

Nyatanya, emang kita gak akan pernah bisa buat gak mikirin apa kata orang. Seberapa kerasnya mulut kita meyakini diri sendiri "Gua bodo amat apa kata orang" tapi pikiran kita gak bisa seharmoni dengan perkataan kita. Apalagi rohani :-)


Nyatanya, peduli apa kata orang itu penting. Bisa jadi pengaruh dalam diri kita. Pengaruh negatif atau positif. Jadi, ya, mending kita kelola apa kata orang supaya bisa jadi keuntungan buat kita.


Ngerasa repot ngabisin waktu buat mikirin kata orang? Coba pikir lagi, kita homo socius, loh. Makhluk sosial. Gak bisa hidup tanpa orang lain. Duh entah kenapa jelas banget bagi gue buat peduli apa kata orang.

Kecuali...


Kalo emang gak mau peduli apa kata orang, gak usah dengerin apa kata mereka. Sebesar apapun keinginan kita buat gak mikirin kata orang, percuma, kalo kita masih denger apa yang mereka bilang. Toh apa yang udah kita denger, yang kita tau, ya udah keterima sama telinga dan otak kita. Apalagi, yang kita terima itu adalah hal-hal yang gak kita suka. Mustahil, ya, rasanya buat gak mikirin apa kata orang.



Kalo emang gak mau peduli apa kata orang, ya, tutup kuping, tutup mata. Gak perlu cari tau apa kata orang tentang diri kita. Gak perlu mancing-mancing orang lain buat berkata sesuatu tentang kita. Gak perlu bersikap kuat dengerin perbincangan mereka, terus ujung-ujungnya bilang "Ah bodo amat, gak peduli" Rasanya seseorang yang antipati dan apatis pun pasti bakal ngerespon apa kata orang, suka ataupun tidak suka mereka dengan yang orang-orang katakan. Apalagi kalo yang dikatakan orang-orang itu nusuknya sampe ke lubuk hati, ke lapisan diri yang paling sensitif, ke harga diri. Waduh.



Coba deh kalo punya temen yang sering bilang kalo dia gak peduli apa kata orang, tanyain dia sanggup gak buat nerima perkataan orang tanpa harus dipikirin. Biasanya orang-orang yang sok gak peduli gitu justru gengsi, dan ngebatinin perkataan/pemikiran orang ke dalam dirinya sendiri :-)

Comments

Popular posts from this blog

Mereka

Hi. Been a while. Been a really long time. tadinya mau nulis aja, tapi akan sedikit panjang dan emosional. jadi, ketik aja disini. Again, this blog is live again. Malam ini aku mau cerita, mengenai, what did I do in the previous life that I deserve this family, especially my parent? They are perfect. Too perfect. Sometimes I just feel like I don't deserve them. Mama yang selalu sabar dan akhir-akhir ini suka kena omel Papa karena aku pulang malam terus. Papa yang selalu cemas dan menjaga dari belakang...damn! OK gue bukan dari keluarga yang suka mengekspresikan perasaan masing-masing. But we take care of each other, well, very well. Mama. Sabar. Tentunya sering berantem sama Papa, gak sepaham, gak sejalan, tapi Mama selalu bisa mengalah dan bersabar. Menjadi istri yang soleha. Mama selalu masak setiap hari, buat kami makan pagi, siang, malam. Sejak kita pindah rumah, dalam 5 bulan sudah ganti pembantu 3 kali. Dan akhirnya Mama berhenti cari pembantu. Dia kerja sendiri. ...

Cinta

Here in Indonesia, people can easily say love, but not with cinta. We do say sayang easily. Mungkin bagi kami, love itu sayang. Gue pun berpendapat seperti itu. Tapi, cinta, cinta is more than love. Dulu pas kuliah, gue pernah bermalam dengan 2 sahabat, berbincang mengenai arti cinta. Yang satu, secara ringan berpendapat kalau cinta pertama yaitu pacar pertama. Langsung dibantah sama temen gue satu lagi. Dia bilang, gak semudah itu. Lo bisa pacaran berkali-kali baru ketemu cinta pertama, baru tau rasanya cinta. Minggu lalu gue juga bahas ini dengan bos dan rekan kerja. Sebagai background, bos gue udah usia 40-an akhir, lesbi, kenal dengan pasangannya dari SD dan udah lama berpasangan, mungkin 10 tahun ada. Rekan kerja gue, lebih tua 3 tahun dari gue, lagi bimbang dengan hubungannya yang sekarang. Gue dan rekan nanya ke bos, cinta itu yang seperti apa. Sesungguhnya gue juga lupa dia bilang apa. Tapi, dari pembicaraan tersebut, gue mulai memahami, apa itu cinta. Dimulai dari r...

Yearning

"If you drink from the River Nile water once, one day you will come back to Egypt". Really. A saying from Egyptian told me that. I literally waiting for that time happens to me. Oh God I really really really want to live in Egypt. Cause I left my eyes in Alexandria, left my tongue in Shawerma, and left my heart in Egypt :P :D :)