Skip to main content

Been There

Alone, lonely, feel empty and blue everyday. Have nobody to talk to, no friends to laugh hard and be crazy together.

I've been there. The lowest point of my life. But I didn't admit the loneliness. I mean, I felt the loneliness, but I was too cocky to admit it. That was my fault anyway, for being a jerk to everyone. It was like I pushed away everyone around me.

Until now, I never understand why some people still stay around me. I wonder, what would you get from me? I am nothing but a prick. I'm tense and can't be fun. I never make jokes, and I sometimes make that unpleasant emotion in my face.

But however, they stay. They raise my point of life. They stay around me, and care about me. They don't forget me, while I'm trying to get rid of them. It's like I never did something bad to them.

Thanks, God, for your kindness, that you keep me alive by give me a life surrounded with this lovely human.

Comments

Popular posts from this blog

Mereka

Hi. Been a while. Been a really long time. tadinya mau nulis aja, tapi akan sedikit panjang dan emosional. jadi, ketik aja disini. Again, this blog is live again. Malam ini aku mau cerita, mengenai, what did I do in the previous life that I deserve this family, especially my parent? They are perfect. Too perfect. Sometimes I just feel like I don't deserve them. Mama yang selalu sabar dan akhir-akhir ini suka kena omel Papa karena aku pulang malam terus. Papa yang selalu cemas dan menjaga dari belakang...damn! OK gue bukan dari keluarga yang suka mengekspresikan perasaan masing-masing. But we take care of each other, well, very well. Mama. Sabar. Tentunya sering berantem sama Papa, gak sepaham, gak sejalan, tapi Mama selalu bisa mengalah dan bersabar. Menjadi istri yang soleha. Mama selalu masak setiap hari, buat kami makan pagi, siang, malam. Sejak kita pindah rumah, dalam 5 bulan sudah ganti pembantu 3 kali. Dan akhirnya Mama berhenti cari pembantu. Dia kerja sendiri. ...

Cinta

Here in Indonesia, people can easily say love, but not with cinta. We do say sayang easily. Mungkin bagi kami, love itu sayang. Gue pun berpendapat seperti itu. Tapi, cinta, cinta is more than love. Dulu pas kuliah, gue pernah bermalam dengan 2 sahabat, berbincang mengenai arti cinta. Yang satu, secara ringan berpendapat kalau cinta pertama yaitu pacar pertama. Langsung dibantah sama temen gue satu lagi. Dia bilang, gak semudah itu. Lo bisa pacaran berkali-kali baru ketemu cinta pertama, baru tau rasanya cinta. Minggu lalu gue juga bahas ini dengan bos dan rekan kerja. Sebagai background, bos gue udah usia 40-an akhir, lesbi, kenal dengan pasangannya dari SD dan udah lama berpasangan, mungkin 10 tahun ada. Rekan kerja gue, lebih tua 3 tahun dari gue, lagi bimbang dengan hubungannya yang sekarang. Gue dan rekan nanya ke bos, cinta itu yang seperti apa. Sesungguhnya gue juga lupa dia bilang apa. Tapi, dari pembicaraan tersebut, gue mulai memahami, apa itu cinta. Dimulai dari r...

STOP THIS TRAIN

Complicated. Or maybe not complicated. I feel unexplained, and random. There is a little mad, a little sad, a little glad. And now I feel  dizzy and worried. Tough to tell. I don't wanna leave my town and make distances with them, him, and whoever. And of course I am not ready yet to start the college even the very first class is English Literature at 2:30PM. I still enjoy my lazy days. What am I thinking, me-dumb. I live in 21st century, 3rd millennium. Distances don't matter. Loneliness and individuality required. Screw the clock and the calender. Just let everything flows even it will be black or white. Stop This Train is kinda my theme song, I guess. Dammit it really emotional. I need something to be rebound on. See ya, more note from Jatinangor and college.